12
Oct

Apa itu Agen Properti?

Industri properti selalu berkaitan erat dengan perencanaan, desain dan konstruksi, jual beli, pengembangan, dan pengelolaan properti.

Pengembang bisa dianggap sebagai pihak pertama yang perannya adalah untuk melakukan pembangunan dan perbaikan pada setiap jenis properti dan real estate.

Dilihat dari jenisnya, properti memang sangat beragam, ada properti ritel, kantor, tanah, perumahan umum, perumahan elit, hingga villa dan hotel.

Agar produknya dapat diketahui khalayak dan dibeli, maka pengembang membutuhkan seorang eksekutif profesional untuk memasarkan properti mereka, yaitu agen properti.

Lalu, apa sih sebenarnya apa sih pengertian agen properti? Adakah aturan hukumnya?

Di Indonesia sendiri bidang properti termasuk agen properti telah diatur dalam peraturan pemerintah sebagai panduannya.

Pada Permendag No.33/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti dapat diketahui apa pengertian agen properti.

Di dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa agen properti adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang properti dan dibuktikan dengan adanya sertifikat terakreditasi.

Jadi, pekerjaan agen properti adalah pekerjaan resmi yang diakui pemerintah dan bahkan memiliki landasan hukumnya sendiri.

Bagaimana Agen Properti Bekerja

Dalam pekerjaannya, seorang agen properti bisa bekerja secara independen ataupun bekerja di bawah naungan sebuah perusahaan agen properti.

Karena pekerjaan utama seorang agen properti adalah memasarkan, maka keahlian yang sangat penting untuk dikuasai salah satunya yaitu kemampuan negosiasi yang hebat.

Pada prosesnya, seorang agen properti akan membimbing dan membantu proses jual beli properti agar dapat terjual dengan harga dan persyaratan yang tepat.

Untuk itu, seorang agen properti harus memiliki kemampuan analisis mengenai kebutuhan dan kemampuan klien dalam membeli properti.

Kemudian, seorang agen properti juga harus mampu memahami informasi terbaru mengenai kondisi pasar, harga, hipotek, aturan hukum, dan syarat lainnya.

Seorang agen properti harus jeli dalam menganalisis pasar komparatif agar dapat memperkirakan nilai properti yang hendak dijual.

Setelah membantu proses jual beli dan mendapatkan kesepakatan, maka di tahap terakhir seorang agen properti harus membantu menyiapkan dokumen yang diperlukan.