12
Feb

Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer

Pernahkah kamu mendengar istilah arsitektur kontemporer? Bisa dibilang gaya arsitektur kontemporer adalah gaya arsitektur abad ke-21 yang berkembang dari berbagai gaya arsitektur yang telah ada selama ini. Meskipun begitu dalam gaya arsitektur kontemporer kamu tidak akan menemukan satu gaya yang lebih dominan dari gaya lainnya.

Gaya arsitektur kontemporer memang bukan pilihan gaya yang paling populer, namun keberadaan arsitektur kontemporer yang dinamis akan selalu memiliki tempat bagi orang-orang yang ingin keluar dari gaya arsitektur yang konvensional dan ingin terlihat lebih berbeda. Namun, karena merupakan gaya “kekinian”, gaya arsitektur kontemporer sering disamakan dengan arsitektur modern yang justru baru berkembang pada era abad ke-19 hingga 20.

Lalu, seperti apa gaya arsitektur kontemporer itu dan bagaimana perbedaannya dengan gaya arsitektur modern?

Perbedaan antara Arsitektur Kontemporer dan Arsitektur Modern

Untuk kamu yang lekat dengan dunia arsitektur, istilah arsitektur kontemporer dan arsitektur modern pasti sering kamu dengar bersamaan dan sering, baik itu dalam segi bangunan, interior, perabot, produk, atau arsitektur dalam secara keseluruhan. Meskipun sekilas elemen dan visual dari kedua gaya arsitektur ini mirip, gaya arsitektur kontemporer tidaklah sama dengan gaya arsitektur modern.

Gaya arsitektur kontemporer secara sederhana bisa didefinisikan sebagai arsitektur yang dibuat saat ini. Gaya arsitektur kontemporer bersifat dinamis dan secara konstan akan selalu berubah seiring gaya tidak konvensional dari arsitektur kontemporer kelak akan menjadi konvensional seiring perkembangan arsitektur. Berkembang dari gaya arsitektur lainnya, arsitektur kontemporer menggabungan berbagai elemen gaya arsitektur tanpa ada satu elemen gaya arsitektur yang menonjol.

Sedangkan gaya arsitektur modern merupakan gaya arsitektur yang lebih statis, berkembang pada masa pre-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Gaya arsitektur ini biasanya dikaitkan dengan gaya arsitektur yang berkembang pada era 1920an hingga 1950an.

Salah satu alasan mengapa kedua gaya arsitektur ini kerap terkait dan dianggap sama bagi sebagian orang adalah karena banyak elemen dari gaya arsitektur modern yang bisa ditemukan pada gaya arsitektur kontemporer. Hal ini dikarenakan gaya arsitektur kontemporer adalah perkembangan lebih lanjut dari gaya arsitektur modern.

Ciri dan Karakter Arsitektur Kontemporer

Untuk bisa mendapatkan gambaran lebih mengenai arsitektur kontemporer, berikut beberapa ciri dan karakter dasarnya:

  • Atap

Salah satu ciri khas dari arsitektur kontemporer bisa dilihat dari eksplorasi bentuk atap. Di era modern seperti saat ini, kamu mungkin sudah jarang melihat atap berbentuk perisai layaknya atap konvensional, melainkan bentuk yang lebih datar dengan overstack untuk melindungi bangunan dari terik matahari.

Arsitek yang lebih berani mengeksplor arsitektur kontemporer mungkin  juga bisa hadir dengan bentuk atap yang lebih unik dan tidak umum seperti green roof hingga atap berbentuk melengkung atau bentuk-bentuk dinamis lainnya.

  • Pencahayaan Alami

Semakin berkembangnya tren arsitektur, pemanfaatan sumber daya alami semakin dipertimbangkan. Hal ini juga bisa kamu temukan dalam gaya arsitektur kontemporer, terutama dalam pemanfaatan pencahayaan alami.

Bukaan-bukaan besar, skylight, pengadaan void rumah, hingga pemanfaatan material kaca atau material transparan lainnya sangat mungkin  kamu temukan dalam bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur kontemporer.

  • Ruang-ruang lebih terbuka dan menyatu

Arsitektur kontemporer umumnya memiliki ruang-ruang interior yang terbuka dan menyatu satu sama lain. Hal ini membuat dalam arsitektur kontemporer banyak ditemukan modifikasi struktur untuk memungkinkan sebuah ruang terbuka besar tanpa terganggu kehadiran struktur di tengah-tengahnya.

  • Material Eksterior

Dalam arsitektur kontemporer, bagian fasad rumah atau fasad bangunan merupakan ruang berkreasi yang tak memiliki batas. Mulai dari penerapan material sederhana dan konvensional, hingga penggunaan materian tak konvensional yang dinamis bisa diterapkan pada gaya arsitektur konvensional.

  • Hubungannya dengan Lingkungan Luar

Salah satu keunggulan dari para arsitek yang menerapkan gaya arsitektur kontemporer adalah kemampuan arsitektur kontemporer menciptakan keselarasan hubungan antara bangunan dan lingkungan sekitarnya. Tak hanya sekedar dalam pemanfaatakan material lokal dan variasi rancangan lansekap, tapi hingga pemanfaatan lingkungan dan alam sebagai bagian ari bangunan itu sendiri baik dari segi visual hingga fungsi. Hal ini membuat umumnya bangunan bergaya arsitektur kontemporer mampu beradaptasi dalam lingkungan apapun bahkan dalam keadaan lingkungan yang esktrim.

Source: Dekoruma