19
Sep

Sejarah Loji Gandrung Dan Arsitektur Indish

Loji Gandrung, adalah salah satu bangunan dengan arsitektur campuran antara peradaban Eropa dan budaya lokal Jawa, yang sering disebut juga arsitektur Indish.

Kata Indish ini berasal dari Nederlandsch Indie, yang artinya Hindia Belanda. Arsitektur Indis ini lahir dari munculnya budaya Indis, yaitu perpaduan antara budaya Eropa (Belanda) dengan budaya lokal (Jawa).

Salah satu situs ikonik arsitektur Indonesia ini memiliki sejarah panjang sebelum resmi menjadi rumah dinas Walikota Solo. Loji Gandrung merupakan karya arsitek Belanda, C.P. Wolff Schoemaker. Schoemaker sendiri adalah guru besar arsitek di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung).

Ia adalah satu dari 3 arsitek ternama di Hindia Belanda, selain Albert Aalbers dan Henri Maclaine Pont. Dia juga merupakan salah satu dosen arsitek dari Bung Karno, Sang Proklamator Republik Indonesia. Loji Gandrung adalah salah satu bukti kecerdasan Schoemaker merancang perpaduaan gaya arsitektur Eropa dan lokal.

Loji Gandrung juga mencatat sejarah panjang negeri ini. Loji Gandrung pernah dijadikan markas Brigadir V pimpinan Slamet Riyadi, dengan Gubernur Militer Gatot Subroto. Di Loji Gandrung, Gatot Subroto melakukan pertemuan guna menyusun taktik menghadapi Belanda yang datang, dengan cara membonceng NICA.

Loji Gandrung juga pernah menjadi saksi bisu penjemputan paksa Panglima Besar Jenderal Soedirman untuk menghadap Presiden Soekarno karena dituduh merancang kudeta.

Menteri Pertahanan Amir Sjarifoeddin meminta Soedirman segera menghadap Presiden Sukarno yang ada di Istana Yogyakarta. Namun Bung Hatta, menyebutkan Soedirman tak terlibat.

Lepas dari kisah-kisah sejarah panjang Loji Gandrung, bangunan ini sendiri awalnya merupakan rumah tinggal milik Johannes Augustinus Dezentje (1797-1839) yang dibangun pada tahun 1830. Dezentje, atau yang akrab dipanggil dengan nama Tinus ini adalah seorang pionir perkebunan Belanda pertama di wilayah Surakarta dan juga dikenal sebagai tuan tanah di Ampel, Boyolali.

Sebagai pengusaha perkebunan yang terkemuka di zamannya, Tinus sering mengadakan pesta di rumahnya yang berada di Solo. Karena sering digunakan untuk pesta dansa orang-orang Jawa yang berada di sekitar tempat tinggal Tinus menyebut acara pesta tersebut sebagai gandrungan.

Kata gandrungan berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai kata dasar gandrung. Gandrung ini artinya sangat rindu akan kasih, tergila-gila karena asmara, atau mendambakan seseorang. Jadi, gandrungan yang dimaksud adalah orang yang sedang kasmaran.

Akhirnya, lambat-laun rumah besar milik Tinus tersebut dikenal dengan Loji Gandrung. Kata loji sendiri artinya rumah yang besar, bagus dan berdinding tembok. Aslinya dari bahasa Belanda, loge. Namun setelah diucapkan oleh orang Jawa menjadi loji.

Source: Propertyinside